Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD.

IMG-20261021-WA0277

TANGERANG,  POSINTERNASIONAL.COM.

Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mendorong penguatan pemenuhan gizi anak sejak usia dini melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini diikuti 3.791 peserta didik dari tujuh kecamatan dan 10 desa di Kabupaten Tangerang.

Sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, serta menekan angka stunting.

Kegiatan PMT tersebut dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg.

Program ini dilaksanakan dalam enam tahap dengan sasaran peserta didik PAUD di Kecamatan Rajeg, Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan Timur, Kosambi, Solear, dan Gunung Kaler.

Dalam sambutannya, Rismawati menegaskan bahwa PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada fase golden age atau masa keemasan.

Pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat sehingga membutuhkan layanan pendidikan berkualitas serta asupan gizi yang cukup sesuai tahapan perkembangannya.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program intervensi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, dan menekan angka stunting,” ujar Rismawati.

Menurutnya, pelaksanaan PMT bukan sekadar kegiatan seremonial makan bersama, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah, satuan pendidikan, serta masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehat, dan aman.

Program tersebut juga menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus menyukseskan program PAUD Holistik Integratif.

Rismawati mengajak para orang tua untuk membiasakan pola makan sehat di rumah dan tidak hanya mengandalkan makanan tambahan dari sekolah.

Ia menekankan pentingnya pola asuh yang baik serta pemenuhan asupan bergizi setiap hari agar kebutuhan tumbuh kembang anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak para orang tua untuk melanjutkan kebiasaan makan sehat di rumah.

Tidak hanya bergantung pada makanan tambahan dari sekolah, serta lebih peduli pada pola asuh dan asupan harian anak,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, pengurus PAUD, dan pihak penyelenggara yang telah menyiapkan menu bergizi serta mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Rismawati berharap kolaborasi pemerintah.

Satuan pendidikan, dan keluarga terus diperkuat agar anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh menjadi generasi yang sehat.

Cerdas, dan ceria, sekaligus siap menjadi generasi emas Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang PAUD dan Kasi Sarpras Bidang SD, Yudi Nursapyudin, mengatakan program PMT bagi peserta didik PAUD dilaksanakan dalam enam tahap.

Tahap pertama dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg.

“Kegiatan tersebut bertujuan mendukung kesehatan anak melalui pemeriksaan kesehatan dasar, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kesehatan orang tua,” jelasnya.

Yudi juga menjelaskan, dalam penyediaan makanan, menu PMT diarahkan untuk mengandung protein hewani pada setiap sajian.

Memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh dan aman, serta diolah hingga matang sempurna.

Ia menambahkan, program PMT diharapkan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal pada masa keemasan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan pertumbuhan dan mengurangi risiko kekurangan gizi pada anak usia dini.

“Adapun 3.791 peserta didik penerima PMT berasal dari 10 desa di tujuh kecamatan,” jelaskan.

Program PMT tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.

Melalui pelaksanaan program ini, pemenuhan gizi anak diharapkan semakin diperhatikan melalui kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

( trisno ).