
Jakarta, posinternasional.com
Waaaduuh, kok bisa ya, memang seperti itu kah? hal ini di cerita Judi Slot dan Candy Crush-nya Cinta Mega, Andre Vincent Wenas
Cerita imajiner, Siang bolong, seorang istri (mungkin ia sejenis tante girang) sedang bersama cem-ceman yang gigolo profesional di sebuah kamar hotel di kawasan Senayan.
“Kita yakin mereka berdua tidak sedang bermain catur, itu pasti”, katanya cerita Andre Vincent Wenas
Ia, Tiba-tiba pintu dibuka, ternyata yang datang suaminya (didampingi) satpam hotel, merangsek masuk.
Yah mau ngomong apa lagi?
“Aha, begini saja, “Oh suamiku, sekalian deh kenalkan ini Mas Kendi lho, dia cuma satpam di kantor kok… ehemm.” katanya
Tapi sang suami menjawab, “Tapi kok tampangnya kayak Yudislot si gigolo pro?”
Cut!
Kita sudahi dulu cuplikan cerita imajiner itu. Btw, drama pertengkaran (kabarnya) berlanjut di kamar tertutup.
Sekarang cerita yang sungguh terjadi, Cinta Mega, ia seorang-seorang wakil rakyat di parlemen Jakarta yang sangat terhormat.
Di tengah jalannya rapat, rapat apa? Rapat paripurna.
Tentang – tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) tahun 2022.
Ia kabarnya kepergok main judi slot.
Tapi Cinta Mega menampik, bukan judi slot, tapi candy-crush.
Itu game biasa kok (cuma dimainkannya di saat sidang paripurna DPRD).
Namun banyak yang bilang tampilan layarnya kok seperti judi slot?
“Hmm… netizen itu khan (katanya) maha tahu, dan banyak juga yang sesama pemain judi slot on-line, jadi ya mau ngomong apa lagi”, ujarnya?
Jadi bagaimana?
Dibawalah soal ini ke Ketua Fraksinya (dalam hal ini PDIP), dan katanya bakal diteruskan ke Badan Kehormatan DPRD.
Badan Kehormatan ini yang dulu pernah terima aduan soal skandal lem Aibon yang dibongkar oleh William Aditya Sarana politisi muda dari PSI.
Keputusannya waktu itu? William dinyatakan bersalah gegara membongkar skandal lem Aibon ini.
Lalu?
Lalu cerita jadi ngalor-ngidul.
Cut!
Sumber : Jakarta, Minggu, 23 Juli 2023
Andre Vincent Wenas, Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

He added that the Tangerang Regency Government, through relevant agencies, will immediately coordinate across sectors.

In her remarks, Deputy Regent Intan emphasized that Raudhatul Athfal (RA) teachers hold a very noble and strategic position.

This also marks the conclusion of the entire handover process for the pipeline network assets between Tangerang.

As an institution that can help the community, assist the local government as an extension of the local government.

This was stated by Deputy Regent Intan while attending the bimonthly religious study group of Fatayat PAR Nahdlatul Ulama Pakulonan Barat.

No Responses