
Jakarta – posinternasional.com
Sekitar 700 mahasiswa/si yang titik kumpul didepan Kantor Istana Negara Presiden RI, Monas dan Patung Kuda akhirnya kumpul, jumat (20/10) di Jakarta.
Mahasiswa/si demo akan melakukan unjuk rasa untuk menuntut Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) agar di bubarkan.
Berikan kesempatan yang lain menjadi Kepala Daerah, dan Presiden.
Jangan lagi Ayahnya Preside, anaknya walikota dan kini mau halalkan lagi.
Sehingga Anaknya juga akan mencalonkan cawapres ini di sebut KKN. “Kami minta pada yang berkepentingan di Negara ini agar tidak melakukan KKN”, ujarnya koordinator Media BEM SI, Ragner Angga
Ada sekelompok mahasiswa yang menyebut dirinya sebagai Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal berdemonstrasi siang nanti di Jakarta Pusat.
Mereka mengusung judul demonstrasi ‘Geruduk Istana.
Mahasiswa juga melakukan demostran untuk 2 kali menjabat presiden harus tidak ikut mencalonkan diri Capres-Cawapres.
“Titik aksi kita pusatkan di Patung Kuda (sebelah barat daya Monas, sekitar 1 km dari kompleks Istana Kepresidenan -red). Jam 13.00 sudah mulai kumpul,” kata Koordinator Media BEM SI, Ragner Angga, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/10/2023).
Unjuk rasa ‘Geruduk Istana’ ini merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilai mereka dapat melanggengkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dikutip detik.com.
Sebagaimana diketahui, MK telah memutuskan bahwa orang usia di bawah 40 tahun ke atas dapat maju sebagai capres-cawapres asalkan sudah pernah menjabat kepala daerah.
Menurut Mahfud MD, untuk pihak calon Capres-Cawapres harus umur 40 tahun keatas, dan harus sudah 2 kali menjabat, tidak dapat menjabat kemabali.
“Apalagi pemutusan MK tempo hari, sudah sah, tidak dapat di ulang kembali, umur 40 tahun keatas dapat mencalonkan diri dari Capres-cawapres”, katanya Mahfud
Henry / postbant
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

He also expressed his appreciation and gratitude to the Tangerang Regency Government for the support provided.

He also requested the support and participation of the entire community so that the 56th MTQ at the Tangerang Regency level can run smoothly and successfully.

He added that the Tangerang Regency Government, through relevant agencies, will immediately coordinate across sectors.

In her remarks, Deputy Regent Intan emphasized that Raudhatul Athfal (RA) teachers hold a very noble and strategic position.

This also marks the conclusion of the entire handover process for the pipeline network assets between Tangerang.

No Responses