
Jakarta, posinternasional.com
Sebanyak 34 orang WNI yang di sekap oleh pihak pelaku kriminalitas Komboja, kini sudah bebas dari keriminalitas Kemboja, kemarin.
Pihak kedutaan RI yang di Kemboja perhatin, kok bisa di tertipu oleh oknum yang pencari kerja di luar negeri.
“Kami harap ini menjadi pelajaran kita untuk yang pencari kerja, jangan cepat percaya kalau belum ada bukti”, katanya Judha Nugraha Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh
Menurut Judha Nugraha, bersama dengan Kepolisian Kamboja berhasil membebaskan 34 warga negara Indonesia (WNI) yang mengaku ditipu dan disekap di sebuah perusahaan penipuan daring (online scam) di Poipet Kamboja.
Jika ada lowongan harus koordinasi sama pemerintah Setempat, jangan mau ambil langkah-langkah sendiri, kita ini bernegara, harus patuh terhadap negara.
“Mayoritas mereka berasal dari Sulawesi Utara,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Judha mengatakan sebelumnya pada 8 Desember 2022, KBRI Phnom Penh menerima pengaduan dari salah satu WNI yang mewakili 34 pekerja Indonesia.
KBRI Phnom Penh segera berkoordinasi dengan otoritas setempat sehingga pada 9 Desember 2022, seluruh 34 WNI telah berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang Kamboja.
Ke-34 WNI tersebut, kata dia, saat ini berada di Kantor Kepolisian Poipet dan sedang menjalani wawancara untuk proses penyelidikan.
jhon / hera / posinter
Related Posts

He also expressed his appreciation and gratitude to all Tangerang Regency Government employees for their dedication and performance during.

In addition, the Tangerang Regency Government has also transferred direct aid to three disaster-affected areas in Sumatra, totaling IDR 1.2 billion.

Pihak korban dari orang tua minta pihak polisi tangkap dan di penjarahkan.

If a single piece of land can be owned by two to five people, there must be something wrong. Physical truth is singular.

Idris hopes this MTQ activity will be a valuable learning experience and, hopefully, equip students to become true believers.

No Responses