
Tangerang, posinternasional.com
Jalan Raya Bayur Neglasari, masih kondisi masih rusak, belum ada upaya melakukan perbaikan dan peningkatan, bahkan masih pasang sepanduk atau biner “Hati-hati jalan berlubang”.
Tadi, Sabtu (18/03) sore jam 18.00 wib sempat macet, karena para pengendara menghindari lobang-lobang itu.
Tadi Pagi juga sempat para motor hampir terjatuh di belokan pabrik jalan yang rusak itu.
Para pengendara bermotor saling mengdahului dan mobil juga tak mau sabar akhirnya sempat aduh mulut antara pengendara bermotor.
Jalan Raya Bayur-Neglasari belum ada upaya melakukan perbaikan dan peningkatan jalan, bahaya sekali pada pengendara.
“Kamu pak hati-hati, ini jalan berlubang-lubang, awas licin dan berkabut tanah”, kata Jamdan (45) pengendara motor NMX.
Jalan Ruas Bayur-Neglasari rusak, Tadi Pagi juga sempat para motor hampir terjatuh di belokan pabrika jalan yang rusak itu.
Menurut Danis, Jalan Raya Bayur Kec. Neglasari Kota Tangerang, Banten, rusak parah dan sering menimbulkan kemacetan yang panjang setiap harinya, jumat (17/03) pagi ini.
Titik kemacetan pas di pemotongan sapi, dari pemotongan sapi 200 meter belokan di depan pabrik juga berlubang dan hancur.
Lalu beranjak dari belokan pas sebelum SDN Bayur juga jalannya berlubang, bahkan sering pada jatuh para pengndara bermotor.
“Kami berharap pada Dinas Terkait agar melakukan pembangunan dan pemeliaraan yang permanen, agar tidak menimbulkan kecelakaan dan kemacetan”, Jaman (40) warga setempat.
Menurut Jaman, Jika dalam bulan ini, Maret 2023 ini tidak ada mengambil tindakan warga akan melakukan demo.
“Karena sudah banyak para pengendara sudah banyak yang jatuh dan menghindari lobang di jalan”, katanya Samsiar.SH Aktivis
Menurut Samsiar, supaya pihak Dinas terkait agar melakukan perawatan secara berala dan rutin sebelum peningkatan pembangunan peningkatan jalan.
Henri / posinter
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

In addition, the Tangerang Regency Government has also transferred direct aid to three disaster-affected areas in Sumatra, totaling IDR 1.2 billion.

This is to strengthen faith, increase social awareness, and make the turn of the year a moment for self-reflection and self-improvement.

It is also hoped that its presence will strengthen the referral system and bring health services closer to the community.

The need for this change is also based on Law Number 59 of 2024 concerning the 2024-2045 National Long-Term Development Plan (RPJPN), which ensures that spatial planning.

The Regional People’s Representative Council (DPRD) Chairperson and other members of the Regional Leadership Communication Forum.

No Responses