
Saat ini sepeda motor klasik masih diminati oleh sebagian orang. Hal itu dikarenakan, beberapa produsen kendaraan roda dua masih menghadirkan model tersebut untuk kebutuhan konsumennya. Bahkan ada salah satu pabrikan otomotif ternama mulai mengembangkan sepeda motor berbasis listrik. Perusahaan itu adalah Royal Enfield yang terkenal bergaya klasik dan memiliki beragam model untuk kebutuhan konsumennya.
Dikutip VIVA dari Gaadiwaadi, Senin 28 November 2022, perusahaan yang telah berdiri 1955 itu menghadirkan salah satu model unggulannya yakni Himalayan versi elektrifikasi. Meski baru merilis konsep, kuda besi listrik ini nantinya akan dijual kepada konsumennya.
Nantinya, model ini menjadi salah satu kendaraan listrik pertama yang direncanakan oleh merek tersebut. Nantinya kendaraan anyar ini akan disematkan teknologi baru hasil rancangan perusahaan yang memudahkan untuk penggunaannya.
Dalam hasil konsep gambar yang diberikan oleh mereka, Himalayan EV ini menampilkan bentuk lampu bulat dan masih tetap mempertahankan elemen varian biasanya. Bedanya, kuda besi ini terlihat lebih modern dengan sentuhan desain elektrifikasi di bagian bodi. Selain itu, model ini memiliki bentuk tangki bahan bakar yang lebih ramping. Ditambah terdapat ban knobby spek off-road yang melilit roda wire-spoked di depan dan belakang. Untuk bagian lainnya diperkirakan akan menampilkan pengaturan suspensi mono-shock.
viva.co.id/otomotif/motor/1548925-motor
-legendaris-ini-siap-hadir-dengan-mesin-listrik
Related Posts

In addition, the Tangerang Regency Government has also transferred direct aid to three disaster-affected areas in Sumatra, totaling IDR 1.2 billion.

If a single piece of land can be owned by two to five people, there must be something wrong. Physical truth is singular.

Idris hopes this MTQ activity will be a valuable learning experience and, hopefully, equip students to become true believers.

Pemkab Tangerang Luncurkan Logo HUT ke-393

The KPK also asked for coordination with the Singapore authorities so that the E-KTP suspect can be processed legally in Indonesia.

No Responses