
Tangerang, posinternasional.com
Jalan raya Sepatan – Pakuhaji di depan Sekolah Dasar (SDN) Sarakan, Desa Sarakan Kec. Sepatan Kab. Tangerang rusak berat, ada sekitar 200 meter, minggu (19/03).
Jalan di SDN Sarakan belum mendapatkan penambalan, karena masyarakat mau melewati jalan tersebut esra hati-hati dengan berlobang-lobang.
Warga dan para pengendara bermotor mengeluh adanya kerusakan jalan di depan bengkel motor dan mobil Desa Sarakan.
Warga dan para berkendara bermotor terpaksa melewati mengurang kecepatan di pas rusak.
“Kami berharap pada dinas terkait agar melakukan perawatan berkala, sehingga mengurangi kecelakaan di jalan”, katanya Samsudi (40) warga didepan perumahan.
Menurut Samsudi, jalan ini rusak dari bulan januari 2023 lalu, sampai minggu (19/03) sekarang kerusakan bertambah parah.
“Pak kadis yang terkait agar jalan yang melintas Kabupaten agar dapat di peningkatan pemeliaraan”, ujar Jaman (45) Guru SDN
Kata Jaman, bahwa jalan ini kepadatan lalu lintas cukup tinggi, hal ini perlu perawatan berkala harus di lakukan.
heni / sam / posta
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

In his address, Sekda Soma Atmaja emphasized the importance of accelerating performance, particularly in the first quarter of the 2026

Although there were no casualties, the damage to the house was severe and it was no longer habitable.

Furthermore, Governor Andra Soni also stated that the Banten Provincial Government has coordinated with the C3 River Basin Agency (BBWS).

Regent Maesyal Rasyid and his entourage toured the flooded area and spoke directly with residents.

In addition, the Tangerang Regency Government has also transferred direct aid to three disaster-affected areas in Sumatra, totaling IDR 1.2 billion.

No Responses