
Duka Nestapa Bunga Bandung Di Puncak yang dingin Catatan Larut Malam Jiroi.
Perempuan itu bergaun seksi dengan rambut trendy yang mengibas malam. Ia berdiri kesepian dan diam di ujung Puncak Pas menanti lelaki pelanggan.
“Ah, …. aku kesal menunggu,” ucapnya saat Konco Konci Kongkow menyapa di sebuah cafe di pesisir pantai di ujung selatan Ibu Kota Bogir , pekan silam.
Dia bercerita tentang kesepiannya membalut penantian larut malam.
“Saya ingin mengungkapkan betapa bebas berselancar dengan malam kian dingin,” Si Annu , panggilan perempuan yang biasa disapa “Bogor ” itu.
Celotehannya nyaris tanpa tapal batas. Murkanya tumpah mengiringi sepi lalu sunyi, kemudian luluh terbawa dingin menggigil hembusan angin puncak.
Nia seperti protes pada keadaan. Tak percaya pada semua lelaki hidung belang yang pernah mengisap lebah madunya.
Janda muda anak satu ini pun lagi lagi bergumam: “Punten kang, aku ingin pulang ke Bandung berdiam diri di rumahku yang sangat sederhana yang kubeli dari hasil jual Seblak di sini …. selama dua tahun.”
Penulis : H.Sutrisno
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

Masjid At-Taqwa Cisoka, Bupati Tangerang Serap Aspirasi Warga Secara Langsung.

DPRD Kabupaten Tangerang Dorong Solusi Atasi Banjir di Kabupaten Tangerang.

DPRD Kabupaten Tangerang Soroti Kabel Semrawut, Dorong Perusahaan Provider Berbenah.

Kunjungan Komisi II DPR RI, Dari Layanan Digital hingga Sertifikasi Wakaf, Dorong Perlindungan Hak Masyarakat.

Tinjau Progres Perbaikan RTLH di Desa Matagara, Wabup Intan Tegaskan Komitmen Pemkab Percepat Program Perbaikan RTLH.

No Responses